Cara Menyelamatkan Kondisi Finansial Saat Ekonomi Memburuk

Perekonomian yang memburuk bisa disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal misalnya tidak sanggup lagi menanggung biaya kredit ataupun cicilan yang makin tinggi.

Sedangkan faktor eksternal seperti kebijakan yang berubah. Contohnya kenaikan suku bunga yang membuat KPR menjadi naik. Hal ini akan dihadapi bagi para pejuang KPR yang sudah memasuki masa cicilan dan bulanan dengan bunga floating.

Sebelum menghadapi resesi di tahun 2023, ada baiknya kita sudah memperbaiki kondisi finansial sejak dini agar tidak semakin terpuruk. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah keuangan? Berikut beberapa cara ringkasnya.

Temukan Inti Masalah

Jika pengeluaran lebih besar daripada penghasilan sudah pasti hal tersebut menjadi penyakit finansial yang perlu diobati sesegera mungkin. Nah, cari inti masalahnya kenapa pengeluaran bisa lebih besar daripada penghasilan.

Kondisi besar pasak daripada tiang seperti ini mungkin banyak dialami juga oleh beberapa keluarga. Namun, jika dibiarkan terus menerus kondisi keuangan tidak akan membaik malah makin memburuk karena kekurangan harus terus menerus ditambal.

Pengeluaran di luar bujet bisa saja terjadi secara tiba-tiba. Misalnya karena kondisi darurat seperti kecelakaan, sakit, hingga mengalami musibah karena tertipu. Jika inti masalahnya sudah bisa ditemukan, tinggal dicarikan solusinya supaya penyakit keuanga ini bisa segera disembuhkan.

Rekap Pengeluaran dan Pemasukan

Seperti menjalankan sebuah perusahaan, lingkup keluarga pun harus punya sistem keuangan yang jelas. Kemana uang dikeluarkan dan dari sumber mana saja pemasukan didapatkan.

Posisi keuangan di sebuah perusahaan menjadi posisi yang paling strategis karena akan menentukan sejauh mana perusahaan bisa bertahan, Begitu juga dengan sebuah keluarga. Keluarga bukan hanya perlu seorang nakhoda kapal tapi juga memerlukan tim logistik yang menyiapkan setiap kebutuhan kru kapalnya agar bisa tetap hidup dan bertahan.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan. Prioritas utama justru kemana saja uang keluar atau dibelanjakan. Dari situlah bisa dianalisis dan dikaji ulang apakah keputusan belanja sudah tepat sesuai dengan kebutuhan pokok atau justru dikategorikan sebagai kebutuhan yang diluar kebutuhan pokok.

Segera Kurangi Pengeluaran

Jika dirasa ada yang salah dalam pengeluaran, segera setop pengeluaran tersebut. Evaluasi kembali mana saja pos-pos pengeluaran yang harus dikurangi dan diberhentikan selamanya.

Dari situlah kamu bisa mengatur ulang kembali pos-pos pengeluaran supaya lebih efisien dan diperuntukkan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok yang tidak tergantikan. Penentuan kebutuhan pokok pun harus relevan dengan zamannya.

Misalnya saat ini kuota data sudah menjadi kebutuhan pokok dimana dengan kuota tersebut mustahil komunikasi bisa dilakukan. Token listrik, biaya gas, langganan air isi ulang dan hal-hal paling penting yang sifatnya tidak bisa tergantikan.

Cari Tambahan Penghasilan

Dalam kondisi pandemi sebelumnya, kita sudah pernah mengalami resesi ekonomi. Namun, tetap ada peluang yang bisa dilakukan dengan mencari tambahan penghasilan.

Beberapa orang sengaja berjualan makanan pokok. Saling bantu melariskan makanan warga sekitar sehingga sama-sama saling terbantu satu sama lain. Nah, tambahan penghasilan bisa bermacam-macam. Mulai dari menjual barang hingga menjual jasa dan karya. Tinggal mencari pangsa pasar yang tepat sesuai dengan yang kita tawarkan.

Siapkan Dana Darurat

Dalam kondisi apapun dana darurat tetap harus sedia setiap saat. Ibarat ban serep mobil yang selalu terisi angin. Sewaktu-waktu diperlukan bisa dikeluarkan dan menggantikan ban yang kempis.

Begitulah fungsi dana darurat. Sewaktu-waktu diperlukan, bisa digunakan kapan saja. Sehingga dana darurat harus tersedia dalam bentuk tunai. Namun, tetap disimpan di tempat yang aman seperti di bank. Jangan berbentuk deposito, bisa berbentuk logam mulia asalkan tidak 100%. Mengapa logam mulia? Karena lebih mudah untuk dicairkan setiap saat serta lebih tahan terhadap inflasi.

Jika ternyata belum punya dana darurat sementara kebutuhan tidak bisa dihambat, manfaatkan layanan pinjaman dari Kredivo. Cicilan dan bulanan fleksibel bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, tetap harus digunakan secara bijak bukan untuk menambah utang konsumtif semata.

Kredivo memberikan limit pinjaman hingga Rp30 juta bagi member premium. Kamu bisa menggunakan setengah dari limit tersebut dana darurat. Sementara sisanya bisa tetap kamu gunakan untuk produk financial lain dari Kredivo seperti bayar berbagai tagihan, belanja dengan metode cicilan dan sebagainya.

Untuk pinjaman tunai bisa memilih tenor 3 dan 6 bulan dengan bunga cicilan sebesar 2,6% per bulan. Untuk setiap pinjaman tunai akan dikenai biaya admin di muka sebesar 6%.

Sehingga pinjaman yang diterima sudah dipotong biaya admin. Sisanya tinggal dicicil sesuai dengan skema cicilan yang akan diinformasikan di muka sebelum menyetujui cicilan. Tidak ada biaya tersembunyi semua diinformasikan di muka dan sangat transparan.

Download langsung aplikasi Kredivo dari App Store maupun Google Play Store. Kini, kamu bisa belanja langsung dari aplikasi Kredivo tanpa pindah ke aplikasi lainnya.